Dari Lereng Lawu Untuk Bumi Lestari: Pengembaraan Wajib Diksaran Delonix regia MAPALGA

25 Mei 2026 Kabut tipis menyelimuti lereng Gunung Lawu ketika derap langkah kaki para mahasiswa mulai menapaki jalan setapak yang terjal. Di bawah rimbunnya kanopi hutan, Mahasiswa Pecinta Alam Diploma Kehutanan Gadjah Mada (MAPALGA) sukses menggelar agenda penting mereka yang bertajuk Pengembaraan Gunung Wajib Diksaran Delonix regia. Berlangsung selama empat hari penuh, mulai dari tanggal 14 hingga 17 Mei, kegiatan ini bukan sekadar agenda lintas alam biasa. Perjalanan menyusuri megahnya Gunung Lawu adalah ruang kelas tanpa dinding tempat mental ditempa, ilmu survival diaplikasikan, dan komitmen terhadap alam diikrarkan.

Sebelum keberangkatan, agenda pembukaan dilakukan di Departemen Teknologi Hayati dan Veteriner, Sekolah Vokasi UGM. Pesan pembina MAPALGA yaitu Teguh Yuwono, S.Hut., M.Sc terfokus pada pengenalan lingkungan di area pendakian. Selain mendaki, mahasiswa anggota MAPALGA diharapkan mampu mengenali jenis tumbuhan dan perbedaan zonasi ketinggian. Pesan tambahan dari Kaprodi Pengelolaan Hutan SV UGM yaitu Ir. Eko Prasetyo, S.Hut., M.Sc., Ph.D., IPM terkait dengan kekompakan, kolaborasi, koneksi. Kompak secara internal, solid kolaborasi dengan berbagai pihak dan koneksi antar anggota lintas angkatan perlu dipupuk dan dipelihara.

Sebagai salah satu rangkaian wajib dalam proses keanggotaan MAPALGA, pengembaraan ini membawa misi yang sangat mendalam. Selain sebagai sarana tadabbur alam untuk mensyukuri keagungan ciptaan Tuhan melalui keindahan bentang alam Lawu. Nama Delonix regia, yang diambil dari nama ilmiah pohon Flamboyan, menjadi simbol filosofis tentang harapan agar para peserta mampu tumbuh menjadi pelindung yang tangguh dan memberikan manfaat nyata bagi lingkungan di mana pun berada.

Di tengah ancaman krisis iklim global yang kian nyata, kegiatan generasi muda seperti ini menjadi bentuk nyata penerapan prinsip SDGs (Sustainable Development Goals), khususnya Poin 15 tentang Ekosistem Daratan dan Poin 13 tentang Penanganan Perubahan Iklim. Melalui aktivitas di sepanjang jalur pendakian dan penerapan prinsip tanpa meninggalkan jejak, yaitu menjaga alam tetap bersih dengan tidak membuang sampah, tidak merusak vegetasi, tidak mengganggu satwa, serta tidak meninggalkan dampak negatif setelah kegiatan, MAPALGA menanamkan kesadaran konservasi kepada anggotanya. Upaya tersebut mendorong anggota untuk menjaga keanekaragaman hayati dan mencegah degradasi lahan di kawasan pegunungan.. Langkah ini menjadi bentuk manifestasi SDGs Poin 15 yang berfokus pada  pentingnya perlindungan hutan dan ekosistem daratan secara berkelanjutan.

Di sisi lain, keterkaitan dengan SDGs Poin 13 tercermin dari bagaimana pengembaraan ini mendidik mahasiswa kehutanan menjadi kader konservasi yang paham akan fungsi krusial hutan dalam menyerap karbon dan menjaga siklus air. Kegiatan ini menjadi investasi jangka panjang dalam mencetak agen perubahan yang siap menjaga hutan tetap lestari demi meredam pemanasan global. Dari rahim Gunung Lawu, diharapkan dapat bertanggung jawab moral untuk merawat alam dan memastikan paru-paru dunia tetap bernapas hingga masa depan nanti. Foto lain

Pembuat : Mahasiswa Pencinta Alam Diploma Pengelolaan Hutan Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (MAPALGA)

Unit : Sekolah Vokasi

Email : mapalgaugm16@gmail.com