Tulungagung — Kelompok Tani Hutan (KTH) Argo Makmur Lestari di Tulungagung, Jawa Timur, menunjukkan bahwa penerapan sistem agroforestri mampu memperkuat ketahanan ekonomi sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan. Dalam skema Hutan Kemasyarakatan (HKm), petani mulai beralih dari monokultur jagung ke pola tanam campuran yang menggabungkan tanaman kayu, buah, dan palawija.
Langkah ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya tujuan 1 (Tanpa Kemiskinan), 2 (Tanpa Kelaparan), dan 15 (Ekosistem Daratan). Diversifikasi hasil panen harian, musiman, dan tahunan memberikan pendapatan yang lebih stabil bagi petani. Selain itu, agroforestri terbukti meningkatkan pH tanah, memperbaiki struktur tanah, dan mengurangi risiko erosi. Petani juga merasakan efisiensi tenaga kerja dan pengurangan ketergantungan pada input kimia. “Tanaman tahunan seperti kopi dan cengkeh cukup ditanam sekali, hasilnya bisa dinikmati bertahun-tahun,” ujar salah satu petani. Dukungan bibit dari pemerintah dan LSM turut mempercepat adopsi sistem ini. read more