YOGYAKARTA — Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta menyelenggarakan kegiatan Pembinaan Usaha Kelompok Tani Hutan pada 7 April 2026 di KTH Rukun Manunggal, Nogosari I, Wukirsari, Imogiri, Bantul. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan pemerintah daerah untuk mendorong kemandirian ekonomi masyarakat sekitar hutan sekaligus menjaga keberlanjutan sumber daya alam yang menjadi tumpuan hidup mereka.
Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber dengan latar belakang yang saling melengkapi: Andriana Wulandari, S.E., M.IP., anggota DPRD DIY, yang membawa perspektif kebijakan dan regulasi; serta Dr. Ir. Wiyono, S.Hut., M.Si., IPU., dosen Program Studi Sarjana Terapan Pengelolaan Hutan (Prodi STr.PH), Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada, yang hadir membawa perspektif akademik dan teknis. Keduanya menyampaikan materi bertema “Pengembangan Usaha KTH” dengan pendekatan yang komprehensif—memadukan dimensi kebijakan, ilmu pengetahuan, dan praktik lapangan.
Sabtu (28/2/2026) – Sebagai bentuk implementasi nilai kepedulian sosial, kebersamaan, serta semangat berbagi di bulan suci Ramadhan, mahasiswa Program Studi Pengelolaan Hutan Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada turut berkontribusi melalui penyelenggaraan kegiatan sosial kemasyarakatan. Salah satu bentuk pelaksanaan kegiatan Takjil On The Road (TOTR) 2026 yang diselenggarakan oleh FORKOMMADIKA. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai sarana untuk menumbuhkan rasa kepedulian mahasiswa terhadap masyarakat, memperkuat nilai kebersamaan dan solidaritas, serta menjadi wadah bagi mahasiswa untuk berbagi keberkahan pada momentum bulan suci Ramadhan. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bentuk pengabdian sederhana mahasiswa kepada masyarakat melalui aksi nyata berupa pemberian makanan menjelang waktu berbuka puasa.
Tulungagung — Kelompok Tani Hutan (KTH) Argo Makmur Lestari di Tulungagung, Jawa Timur, menunjukkan bahwa penerapan sistem agroforestri mampu memperkuat ketahanan ekonomi sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan. Dalam skema Hutan Kemasyarakatan (HKm), petani mulai beralih dari monokultur jagung ke pola tanam campuran yang menggabungkan tanaman kayu, buah, dan palawija.
Kulon Progo, 30 Juli 2025 — Upaya penguatan ekonomi masyarakat melalui pengelolaan hutan berkelanjutan terus dilakukan. Salah satunya melalui kegiatan diskusi dan wawancara bertema “Multi Usaha Kehutanan untuk Masyarakat Desa Hutan” yang dilaksanakan di kantor RPH Sermo, Daerah Istimewa Yogyakarta dan dilanjutkan dengan kunjungan ke beberapa Kelompok Tani Hutan Kemasyarakatan (KTHKm) setempat. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan penelitian oleh dosen Program Studi Pengelolaan Hutan, Departemen Teknologi Hayati dan Veteriner dari Sekolah Vokasi Universitas Gajah Mada dengan judul “Model Multi Usaha Kehutanan dalam Pengelolaan Hutan Berbasis Masyarakat di Kabupaten Kulon Progo”.
Pada hari selasa (10/12/2024) para Dosen Program Studi Sarjana Terapan Pengelolaan Hutan Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada melakukan kegiatan pendampingan sertifikasi pengelolaan hutan lestari dengan skema FSC (Forest Stewardship Council) di Kelompok Tani Hutan (KTH) Wana Bumi Lestari Kelurahan Purwosari, Kecamatan Girimulyo, Kabupaten Kulon Progo. Kegiatan ini berkolaborasi dengan PT. Indotama yang merupakan industri pengolahan kayu yang berlokasi di Kabupaten Purworejo.
KTH Wana Bumi Lestari telah menjalin kerjasama kemitraan dengan PT. Indotama untuk pengelolaan hutan rakyat secara lestari melalui sertifikasi FSC sejak tahun lalu (2023). Keuntungan yang didapatkan oleh KTH Wana Bumi Lesatri dari kerjasama tersebut dinataranya yaitu: 1) Harga penjualan kayu 10% lebih tinggi dibandingkan dengan harga pasar; 2) Pembagian bibit pohon gratis setiap awal musim hujan; 3) Bantuan Alat Pelindung Diri (APD) dan asuransi bagi regu tebang pohon; 4) Penyuluhan dan pembinaan pengelolaan hutan lestari, 5) Prioritas dalam antrian pengiriman kayu di pabrik, dan lain-lain.