Arsip:

SDGs poin ke-12

Mahasiswa Pengelolaan Hutan Ugm Jelajahi Wanagama, Kuasai Ilmu Silvikultur Langsung Di Lapangan

Gunungkidul, 18 April 2026 — Selama dua hari penuh, 17–18 April 2026, kawasan Hutan Pendidikan Wanagama di Gunungkidul menjadi “ruang kelas” bagi 98 mahasiswa dalam kegiatan Praktikum Silvikultur Hutan Tropika dari Program Studi Sarjana Terapan Pengelolaan Hutan, Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (UGM). Kegiatan ini merupakan bagian integral dari mata kuliah silvikultur yang dirancang untuk menjembatani teori akademik dengan praktik pengelolaan hutan secara nyata.

Belajar Langsung dari Hutan yang Hidup

Wanagama bukan hanya hutan biasa. Kawasan yang telah puluhan tahun menjadi laboratorium alam UGM ini menyimpan beragam ekosistem dan kondisi tapak yang ideal untuk pengajaran silvikultur. Lokasi ini sesuai untuk kegiatan praktikum mahasiswa karena akan dihadapkan langsung dengan simulasi tantangan dan kompleksitas yang sesungguhnya dari pengelolaan hutan tropika. read more

Perhutanan Sosial Perkuat SDGs Melalui Inklusi dan Kelembagaan Petani

Tulungagung — Program Perhutanan Sosial melalui skema Hutan Kemasyarakatan (HKm) di KTH Argo Makmur Lestari menjadi bukti bahwa pengelolaan hutan berbasis masyarakat mampu mendukung pencapaian SDGs, khususnya tujuan 10 (Mengurangi Ketimpangan), 12 (Konsumsi dan Produksi Berkelanjutan), dan 13 (Penanganan Perubahan Iklim). Dengan izin kelola selama 35 tahun, petani memiliki kepastian hukum untuk mengelola lahan secara mandiri. Hal ini mendorong munculnya “tanaman pensiun” seperti durian dan cengkeh, yang tidak hanya menjamin pendapatan jangka panjang tetapi juga menarik generasi muda untuk terlibat dalam pertanian berkelanjutan. read more

Pengelolaan Hutan Lestari Melalui Penanaman Kopi Di Hutan Kemasyarakatan Menggerejo, Kabupaten Kulon Progo

Hutan Kemasyarakatan (HKm) merupakan salah satu bentuk skema perhutanan sosial yang diberikan oleh pemerintah kepada kelompok untuk mengelola dan/atau memanfaatkan kawasan hutan dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan dan kelestarian lingkungan. HKm Menggerejo berada di Kabupaten Kulon Progo yang fungsi utamanya sebagai hutan lindung dan juga dijadikan sebagai tempat wisata dengan harapan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar hutan. Dikarenakan adanya pandemi Covid-19, wisata di lokasi ini belum pulih sehingga diperlukan solusi lain agar masyarakat sekitar hutan dapat memanfaatkan HKm sesuai dengan peruntukannya. read more

Mahasiswa UGM Teliti Bambu Kulon Progo sebagai Inovasi Konstruksi Ramah Lingkungan

Lima mahasiswa Program Studi Sarjana Terapan Pengelolaan Hutan, Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (UGM), di bawah bimbingan Agus Ngadianto, S.Hut., M.Sc., Ph.D., tengah melaksanakan penelitian terhadap lima jenis bambu, yaitu petung, apus, ampel, wulung, dan ori. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji karakteristik pertumbuhan, sifat fisika, dan sifat mekanika bambu dalam kaitannya dengan potensi penggunaannya sebagai bahan konstruksi ramah lingkungan.

Kelima jenis bambu yang menjadi objek penelitian diambil dari kawasan Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Daerah ini dikenal memiliki kekayaan bambu yang melimpah, serta masyarakat yang secara tradisional memanfaatkan bambu untuk berbagai keperluan. Penelitian ini fokus pada analisis laju pertumbuhan bambu, umur optimal panen, kerapatan, kadar air, hingga kekuatan mekanis seperti daya tahan terhadap tekanan dan lentur. Hasil penelitian diharapkan memberikan data yang dapat mendukung pemanfaatan bambu sebagai material alternatif untuk menggantikan bahan konstruksi konvensional seperti kayu, baja, dan beton yang memiliki dampak lingkungan lebih besar. read more

Penelitian Bambu Petung di Kulon Progo: Solusi Green Material untuk Pembangunan Berkelanjutan

Agus Ngadianto, S.Hut., M.Sc., Ph.D., seorang akademisi dan peneliti, telah melakukan penelitian berjudul “Evaluasi Karakteristik Bambu Petung (Dendrocalamus asper Back.) sebagai Green Material Konstruksi”. Penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, yang dikenal memiliki kekayaan sumber daya bambu melimpah. Fokus penelitian adalah mengkaji potensi bambu petung sebagai material konstruksi ramah lingkungan, baik dari sisi kekuatan mekanis, sifat fisik, maupun keberlanjutan ekologisnya. read more

Studi Tiru Budidaya Maggot di Kandang Maggot Melati Beji: Solusi Inovatif Pengelolaan Sampah Organik untuk Program Kampung Wisata Go Green Pring Ledok Tinjon

Pada 10 November 2024 – Sekolah  Vokasi Universitas Gadjah Mada (UGM) bekerja sama dengan Alfamart melaksanakan program pengabdian masyarakat Kampung Alfamart Sahabat Bumi 2024. Program ini bertujuan mendukung kampung wisata “Go Green” Pring Ledok Tinjon dengan menghidupkan kembali keaslian lingkungan melalui berbagai kegiatan pelestarian alam. Salah satu kegiatan yang diinisiasi oleh Bapak Agus Ngadianto (Dosen Program Studi Pengelolaan Hutan, Sekolah Vokasi UGM) adalah pelatihan budidaya maggot sebagai solusi pengelolaan sampah organik. read more

Dukung Kampung Wisata “Go Green” Pring Ledok Tinjon Lewat Edukasi Kesehatan dan Inseminasi Ternak

Pada 29 Oktober 2024 – Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (UGM) berkolaborasi dengan Alfamart menjalankan program pengabdian masyarakat berbasis Pengembangan Desa Binaan serta Kampung Alfamart Sahabat Bumi 2024. Program ini bertujuan untuk mendukung kampung wisata “Go Green” Pring Ledok Tinjon dalam upaya memulihkan keaslian lingkungan melalui beragam kegiatan pelestarian alam. Salah satu kegiatan tersebut adalah Penyuluhan Kesehatan Ternak yang diinisiasi oleh Bapak Agus Ngadianto, selaku Dosen Program Studi Pengelolaan Hutan, Sekolah Vokasi UGM. read more

Magang Mandiri di Taman Nasional Gunung Merapi: Menggali Potensi Ekosistem dan Berkontribusi pada Konservasi

Lokasi: Taman Nasional Gunung Merapi

Tanggal: Juli 2024

Pada bulan Juli 2024, 21 mahasiswa Pengelolaan Hutan angkatan 2023 melakukan magang mandiri di Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM). Inisiatif ini berlangsung dari 1 hingga 21 Juli, bertujuan untuk memperdalam pemahaman mereka tentang konservasi ekosistem gunung dan kontribusi mereka terhadap lingkungan serta masyarakat sekitar. Para mahasiswa dibagi menjadi dua tim, masing-masing ditugaskan di lokasi yang berbeda dalam taman nasional.

Tim pertama, yang terdiri dari sembilan mahasiswa, ditempatkan di SPTN I (Resort Pakem-Turi dan Cangkringan), sementara tim kedua, yang berjumlah dua belas mahasiswa, bekerja di SPTN II (Resort Musuk-Cepogo dan Selo, Boyolali). Kegiatan mereka mencakup berbagai aspek konservasi, termasuk pengamatan flora dan fauna, analisis sumber daya air, serta pengembangan potensi ekowisata. read more