Program Studi Sarjana Terapan Pengelolaan Hutan menyelenggarakan sosialisasi dan diskusi terkait kurikulum K26 bersama stakeholder pada Jumat, 23 Januari 2026 yang dilaksanakan secara daring melalui platform Zoom. Kegiatan ini bertujuan menjaring ide, saran, dan masukan dari mitra industri sebagai bahan penyusunan kurikulum yang adaptif dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja. Partisipasi aktif dari berbagai pihak menjadi kunci keberhasilan penyusunan kurikulum yang komprehensif dan aplikatif.
SDGs poin ke-9

Kegiatan penelitian yang dilakukan oleh dosen dan mahasiswa Program Studi Sarjana Terapan Pengelolaan Hutan, Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (UGM) menunjukkan hasil menarik mengenai potensi kayu pulai (Alstonia scholaris) sebagai bahan baku glulam (glued laminated timber). Penelitian ini merupakan bagian dari upaya pengembangan pemanfaatan kayu cepat tumbuh melalui pendekatan inovatif dan berkelanjutan.
Hasil pengujian laboratorium mengungkap bahwa kayu pulai memiliki karakteristik fisika dan mekanika yang mendukung penerapan sebagai bahan glulam, antara lain kepadatan ringan, stabilitas dimensi yang baik, serta kemampuan rekat yang memadai. Sifat-sifat tersebut menjadikan kayu pulai berpotensi dikembangkan untuk produk konstruksi ringan dan panel struktural, sehingga dapat menjadi alternatif bahan baku industri berbasis kayu yang ramah lingkungan.
Sebagai bentuk implementasi kegiatan penelitian terapan, dosen dan mahasiswa Program Studi Sarjana Terapan Pengelolaan Hutan, Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (UGM) melaksanakan penelitian mengenai sifat fisika dan mekanika kayu pulai (Alstonia scholaris). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi kayu pulai sebagai bahan baku alternatif yang bernilai ekonomi serta mendukung optimalisasi pemanfaatan jenis kayu cepat tumbuh di Indonesia.
Kegiatan penelitian dilakukan melalui pengambilan sampel pohon pulai di wilayah Samigaluh, Kulon Progo, serta pengujian di Laboratorium Teknologi Hasil Hutan. Mahasiswa Program Studi Pengelolaan Hutan turut berperan aktif dalam seluruh tahapan penelitian, mulai dari pengambilan sampel, pengujian sifat dasar kayu, hingga analisis data, di bawah bimbingan langsung para dosen pembimbing.
Lima mahasiswa Program Studi Sarjana Terapan Pengelolaan Hutan, Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (UGM), di bawah bimbingan Agus Ngadianto, S.Hut., M.Sc., Ph.D., tengah melaksanakan penelitian terhadap lima jenis bambu, yaitu petung, apus, ampel, wulung, dan ori. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji karakteristik pertumbuhan, sifat fisika, dan sifat mekanika bambu dalam kaitannya dengan potensi penggunaannya sebagai bahan konstruksi ramah lingkungan.
Kelima jenis bambu yang menjadi objek penelitian diambil dari kawasan Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Daerah ini dikenal memiliki kekayaan bambu yang melimpah, serta masyarakat yang secara tradisional memanfaatkan bambu untuk berbagai keperluan. Penelitian ini fokus pada analisis laju pertumbuhan bambu, umur optimal panen, kerapatan, kadar air, hingga kekuatan mekanis seperti daya tahan terhadap tekanan dan lentur. Hasil penelitian diharapkan memberikan data yang dapat mendukung pemanfaatan bambu sebagai material alternatif untuk menggantikan bahan konstruksi konvensional seperti kayu, baja, dan beton yang memiliki dampak lingkungan lebih besar.
Agus Ngadianto, S.Hut., M.Sc., Ph.D., seorang akademisi dan peneliti, telah melakukan penelitian berjudul “Evaluasi Karakteristik Bambu Petung (Dendrocalamus asper Back.) sebagai Green Material Konstruksi”. Penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, yang dikenal memiliki kekayaan sumber daya bambu melimpah. Fokus penelitian adalah mengkaji potensi bambu petung sebagai material konstruksi ramah lingkungan, baik dari sisi kekuatan mekanis, sifat fisik, maupun keberlanjutan ekologisnya.