Kolaborasi Dosen, Tendik, dan Mahasiswa Pengelolaan Hutan UGM dalam Pengabdian Masyarakat untuk Pemetaan Partisipatif di HKm Menggerejo, Kulon Progo.
Pada Sabtu, 31 Agustus 2024, Program Studi Pengelolaan Hutan, Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (UGM), melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Hargowilis, Kulon Progo. Fokus kegiatan ini adalah pemetaan batas lahan yang dikelola oleh kelompok tani Hutan Kemasyarakatan (HKm) Menggerejo. Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini melibatkan dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa sebagai enumerator. Kegiatan ini dibuka dengan pemaparan teknis mengenai metode pemetaan yang akan dilaksanakan secara partisipatif. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan dapat membantu kelompok tani dalam mengelola lahan secara lebih efektif.
Kulon Progo — Desa Banjararum telah memiliki GAPOKTAN (Gabungan Kelompok Tani) dengan nama JATI MANUNGGAL. Peran kelompok tani dalam menopang pembangunan hutan rakyat masih belum optimal. Ketrampilan teknis kehutanan para petani hutan rakyat masih lemah.
Kulon Progo — Penataan agroforestry berbasis wisata meupakan solusi yang diterapkan untuk mengatasi permasalahan integrasi agrowisata Puncak Suroloyo. Kesadaran masyarakat sekitar wisata perlu dibangun dan diselaraskan. Modal awal berupa kelompok tani kopi dan kelompok tani teh perlu diberikan input informasi mengenai pemilihan jenis, penataan landskap, pembudidayaan tanaman serta pemasaran hasil. Input informasi dapat dilakukan melalui penyuluhan. Penataan maupun penanaman demplot diperlukan untuk memberikan contoh penanaman dan pemilihan jenis yang sesuai dengan tujuan yaitu agrowisata. Demplot (demonstration plot) adalah salah satu bentuk plot yang digunakan sebagai plot atau petak percontohan untuk suatu bentuk rancangan pertanaman. Perencanaan pembuatan demplot diperlukan dalam rangka memberikan contoh kepada masyarakat mengenai sistem pertanaman yang dapat mendukung wisata. Jenis luaran pengabdian yang diharapkan berupa pengembangkan potensi lokal yang sudah ada baik dari segi sumber daya alam maupun sumber daya manusianya. Selain itu luaran yang diharapkan berupa terwujudnya agrowisata Puncak Suroloyo berbasis kopi dan teh.
Diversifikasi produk hasil pertanian dan perkebunan yang unggul di Dusun Keceme, Desa Gerbosari masih kurang padahal kondisi alam di desa tersebut sangat potensial untuk pengembangan berbagai produk pertanian dan perkebunan. Tanaman MPTS (Multipurpose Tree Species) yang memiliki beragam fungsi seperti menghasilkan buah-buahan, dedaunan untuk pakan ternak, ranting dan dahannya untuk kayu bakar, serta fungsi-fungsi lainnya sangat cocok dikembangkan di daerah tersebut. Penanaman plot MPTS diharapkan kelak dapat menjadi salah satu spot wisata di daerah tersebut. Dengan demikian masyarakat dapat merasakan manfaat ekonomi melalui kunjungan wisatawan maupun hasil penjualan buah-buahan. Dari kegiatan ini masyarakat antusias untuk membuat plot pertanaman buah-buahan sedangkakan jenis MPTS yang digunakan adalah jambu biji sukun, jambu biji getas, sawo jumbo