Yogyakarta, Sekolah Vokasi UGM – Masendra, S.Hut., M.Agr., Ph.D., dosen Program Studi Pengelolaan Hutan Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (UGM), resmi menyelesaikan studi doktoralnya di Tokyo University of Agriculture and Technology (TUAT), Jepang. Ia berhasil mempertahankan disertasi pada 23 Juni 2025 dan secara resmi dikukuhkan sebagai doktor dalam upacara wisuda universitas pada 18 September 2025.
Penelitian doktoralnya dilakukan dalam bidang Wood Science dengan fokus pada Acacia mangium generasi ke-3, salah satu spesies cepat tumbuh (fast-growing species) yang telah lama dikenal sebagai bahan baku utama industri pulp dan kertas di Indonesia. Melalui riset tersebut, Dr. Masendra tidak hanya menegaskan keunggulan Acacia mangium untuk sektor pulp, tetapi juga memperlihatkan potensi besar penggunaannya dalam solid wood production.
Kajian ini dilakukan secara menyeluruh, meliputi karakteristik pertumbuhan di lapangan, sifat fisika dan mekanika, struktur anatomi, sifat kimia terkait pulp dan kertas, hingga keawetan alami (decay resistance) terhadap serangan jamur pembusuk putih maupun coklat. Dengan pendekatan komprehensif tersebut, ia berhasil mengungkap kelebihan dan kelemahan spesies ini sebagai bahan baku industri kehutanan yang berkelanjutan.
Menurut Dr. Masendra, Acacia mangium telah menjadi fokus program pemuliaan pohon di Indonesia sejak awal 1990-an. Selama lebih dari tiga dekade, spesies ini terbukti unggul untuk produksi pulp dan kertas. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, dominasi Acacia mangium mulai tergantikan oleh spesies lain seperti Eucalyptus maupun Acacia crassicarpa. Pergeseran ini terutama dipicu oleh kerentanan Acacia mangium terhadap penyakit yang disebabkan jamur Ceratocystis, yang mengancam produktivitasnya dalam skala industri.
“Dalam penelitian ini, saya berhasil menemukan beberapa kandidat family Acacia mangium yang menunjukkan ketahanan lebih tinggi terhadap pembusukan kayu. Temuan ini berpotensi memberikan jalan keluar bagi industri pulp dan kertas Indonesia agar tetap dapat memanfaatkan spesies ini secara berkelanjutan. Selain itu, temuan ini juga penting untuk menjaga keseimbangan suplai dan permintaan kayu di dalam negeri, mengingat kebutuhan masyarakat Indonesia yang terus meningkat,” jelasnya.
Keputusan Masendra untuk melanjutkan studi doktoral di Jepang juga erat kaitannya dengan perjalanan akademiknya sebelumnya. Ia menamatkan studi magister di Shizuoka University dalam bidang kimia kayu ekstraktif selama dua tahun, serta mengikuti program pertukaran pelajar di Yamagata University selama satu tahun di bidang riset yang sama. Pengalaman ini memperkuat minatnya untuk terus mendalami bidang ilmu kayu secara lebih mendalam.
“Bagi saya, pendidikan doktoral bukan sekadar kewajiban profesi, melainkan kesempatan berharga untuk memperdalam bidang yang saya cintai. Harapan saya, penelitian ini dapat memberikan manfaat tidak hanya di lingkungan akademik, tetapi juga dalam praktik pengelolaan hutan serta mendukung pengembangan industri kehutanan Indonesia yang lebih berkelanjutan,” ujarnya.
Sekolah Vokasi UGM turut memberikan apresiasi atas pencapaian ini. Prestasi Dr. Masendra diharapkan mampu memperkuat kontribusi akademisi Indonesia dalam menjawab tantangan global terkait pemenuhan sustainable development goals, terutama SDGs 9, SDGs 12,dan SDGs 13.