Mengenal Potensi Hasil Hutan, Siswa SD bersama MAPALGA Ikuti Kunjungan Edukatif Pengolahan Talas, Kopi, dan Kolang-Kaling

Sebagai upaya menghadirkan pengalaman belajar yang lebih kontekstual, sebanyak 60 siswa-siswi SD Krista Gracia Klaten mengikuti kegiatan kunjungan edukatif di Desa Wukirsari pada 19–21 Agustus 2026. Selama tiga hari, para siswa diajak mengenal secara langsung berbagai potensi sumber daya alam dan hasil pertanian yang dimanfaatkan oleh masyarakat setempat. Dalam kegiatan ini, MAPALGA turut berpartisipasi mendampingi siswa selama rangkaian kunjungan, sehingga proses pembelajaran tidak hanya berlangsung di dalam kelas, tetapi juga melalui pengalaman dan interaksi secara langsung di lapangan.

Salah satu kegiatan yang menarik perhatian siswa adalah pengenalan dan pengolahan kopi. Para siswa diperkenalkan dengan berbagai jenis kopi, yaitu Arabika, Robusta, Liberika, dan Excelsa. Kopi yang dikelola oleh Pak Suryono merupakan jenis Robusta yang dipasarkan dengan nama “Kopi Gondang”. Tidak hanya memperoleh penjelasan, siswa juga mendapatkan kesempatan untuk terlibat langsung dalam proses pengolahan kopi, mulai dari memetik buah kopi, memisahkan kulit, melakukan pengeringan, menyortir biji, hingga proses roasting. Melalui pengalaman tersebut, siswa dapat melihat secara langsung perjalanan buah kopi dari hasil panen hingga menjadi biji kopi yang siap diolah menjadi bubuk kopi.

Selain kopi gondang, siswa juga diperkenalkan dengan pengolahan talas dan pengolahan kolang kaling. Pada kegiatan tersebut, para adik adik ini mendapatkan gambaran mengenai sumber daya yang berasal dari lingkungan sekitar dapat dimanfaatkan dan diolah menjadi produk yang memiliki manfaat serta nilai ekonomi. Pengalaman ini diharapkan dapat memberikan rasa ingin tahu siswa terhadap potensi di sekitar.kegiatan kunjungan edukatif ini juga memiliki keterkaitan dengan tujuan dalam Sustainable Development Goals (SDGs). Salah satunya adalah SDG:4 Pendidikan berkualitas, melalui pemberian pengalaman pembelajaran yang kontekstual dan berbasis pengalaman lansgung. Siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan melalui pembelajaran dikelas, tetapi juga belajar dengan mengamati, mendengarkan penjelasan, dan berinteraksi secara langsung dengan masyarakat. Menurut Pak Suryono selaku ketua kelompok tani mengatakan “Saya senang bisa berbagi dan mengenalkan proses pengolahan Kopi Gondang kepada adik-adik SD Krista Gracia Klaten. Anak-anak juga cukup antusias dan banyak bertanya. Semoga dari kunjungan ini mereka jadi lebih mengenal potensi pertanian di sekitar dan punya pengalaman baru.”

Melalui kegiatan ini, kunjungan edukatif tidak hanya menjadi kesempatan bagi siswa untuk memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga menjadi ruang untuk mengenalkan potensi lokal dan memperlihatkan bagaimana sumber daya alam di sekitar dapat dikelola secara bermanfaat. Kehadiran MAPALGA dalam kegiatan ini turut menjadi bagian dari upaya mendukung pembelajaran berbasis pengalaman sekaligus memperkenalkan nilai-nilai kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat.

Penulis : Tim Mahasiswa Pencinta Alam Diploma Pengelolaan Hutan Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (MAPALGA)