Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (SV UGM) melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Skema Terapan 2026 menerapkan teknologi berbasis wood pellet untuk mendukung proses sterilisasi media budidaya jamur. Program ini sekaligus mendorong pemanfaatan biomassa lokal di Kalurahan Kaliagung, Kapanewon Sentolo, Kabupaten Kulon Progo. Kegiatan yang dilaksanakan pada Agustus hingga November 2026 ini mengangkat tema “Implementasi Teknologi Boiler Biomassa Berbasis Wood Pellet untuk Mendukung Budidaya Jamur dan Kemandirian Energi Masyarakat di Kaliagung, Kulon Progo”. Mitra sasaran kegiatan adalah Kelompok Omah Jamur Segar yang memiliki potensi pengembangan budidaya jamur tiram dan jamur merang.
Post
Sebagai bagian dari kurikulum pendidikan di Sarjana Terapan Pengelolaan Hutan, Sekolah Vokasi, Universitas Gadjah Mada (SV UGM), 4 mahasiswa peserta magang kerja di PLTU Adipala pada bulan September dan Oktober 2026. Mahasiswa tersebut adalah yaitu Hafis Eka Satria, Dera Safira Ayu Intan Fariza, Ayu Nurcahya, dan Miftakhurriyan. Salah satu pembelajaran yang didapat adalah mengenai pengembangan Hutan Tanaman Energi (HTE) sebagai sumber biomassa untuk mendukung penerapan co-firing di PLTU Adipala, PLN Indonesia Power UBP Jawa Tengah 2 Adipala.

GUNUNGKIDUL – Balai Perhutanan Sosial Yogyakarta bekerja sama dengan Program Studi Sarjana Terapan Pengelolaan Hutan, Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (SV UGM), menyelenggarakan Sekolah Lapang Perhutanan Sosial 2026 pada 27 dan 28 September 2026. Kegiatan tersebut bertempat di KTHKm Sedyo Lestari, Desa Karangasem, Kapanewon Paliyan, Kabupaten Gunungkidul, dan diikuti oleh 30 peserta dari berbagai kelompok tani di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Penyelenggaraan sekolah lapang ini dilatarbelakangi oleh kenyataan bahwa persetujuan pengelolaan Perhutanan Sosial belum secara otomatis meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Setelah memperoleh akses legal, kelompok tani hutan masih menghadapi tantangan untuk menjadikan areal kelolanya produktif dan bernilai ekonomi tanpa mengabaikan kelestarian kawasan. Untuk menjawab tantangan tersebut, Balai Perhutanan Sosial Yogyakarta dan SV UGM tidak merancang kegiatan ini sebagai pelatihan satu arah. Kegiatan ini dirancang sebagai ruang belajar bersama yang mempertemukan pengambil kebijakan, akademisi, dan petani.
YOGYAKARTA — Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (FT UGM) bekerja sama dengan Prodi Pengelolaan Hutan Sekolah Vokasi UGM menyelenggarakan seminar nasional bertajuk “Kayu Transparan untuk Bangunan Berkelanjutan: Dari Inovasi Laboratorium Menuju Implementasi Industri” pada Senin, 28 September 2026. Bertempat di Meeting Room 2, Gedung (Smart and Green Learning Center) SGLC Lantai 3 FT UGM, acara ini berlangsung pukul 08.00–12.00 WIB dan menghadirkan empat narasumber ahli serta dimoderatori oleh Ir. Eko Prasetyo, S.Hut., M.Sc., Ph.D., IPM. (Ketua Prodi Pengelolaan Hutan Sekolah Vokasi UGM).
Mahasiswa Pecinta Alam Diploma Kehutanan (MAPALGA) kembali menggelar kegiatan pendidikan lanjut (DIKJUT) sebagai bentuk keberlanjutan pembinaan bagi para anggotanya. MAPALGA merupakan organisasi pecinta alam dari Prodi Sarjana Terapan Pengelolaan Hutan Departemen Teknologi Hayati dan Veteriner Sekolah Vokasi UGM. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari , pada tanggal 27-28 Agustus 2026, dan diikuti oleh 13 peserta yang seluruhnya merupakan anggota yang telah menuntaskan pendidikan dasar (DIKSAR) sebelumnya.
KULON PROGO — Tim Pengabdian kepada Masyarakat dari Universitas Gadjah Mada (UGM) menggelar rangkaian program pemberdayaan petani kopi bertajuk “Membangun Resiliensi Petani Kopi Menuju Green Economy: Penguatan Kapasitas KTH Taruna Tani Astabrata dalam Produksi Bibit Berkualitas melalui Smart Nursery“.
Kegiatan yang berpusat di Padukuhan Kalinongko, Kalurahan Pagerharjo, Kecamatan Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo ini dirancang untuk mendorong kemandirian dan daya tahan ekonomi masyarakat lokal melalui pendekatan teknologi modern dan ramah lingkungan.
Sebagai upaya menghadirkan pengalaman belajar yang lebih kontekstual, sebanyak 60 siswa-siswi SD Krista Gracia Klaten mengikuti kegiatan kunjungan edukatif di Desa Wukirsari pada 19–21 Agustus 2026. Selama tiga hari, para siswa diajak mengenal secara langsung berbagai potensi sumber daya alam dan hasil pertanian yang dimanfaatkan oleh masyarakat setempat. Dalam kegiatan ini, MAPALGA turut berpartisipasi mendampingi siswa selama rangkaian kunjungan, sehingga proses pembelajaran tidak hanya berlangsung di dalam kelas, tetapi juga melalui pengalaman dan interaksi secara langsung di lapangan.
Sebanyak 12 mahasiswa Program Studi Pengelolaan Hutan angkatan 2026, Sekolah Vokasi, Universitas Gadjah Mada, menjalani magang mandiri di Taman Nasional Karimunjawa (TNKJ), Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, selama periode 29 Juni hingga 21 Juli 2026. Program ini dirancang secara mandiri oleh mahasiswa sebagai wadah untuk mengaplikasikan langsung ilmu kehutanan yang telah dipelajari di bangku perkuliahan, mulai dari pengelolaan kawasan, ekosistem hutan tropis, hutan mangrove, hutan pantai, lamun, konservasi penyu, dan pengembangan ekowisata.
Dua mahasiswa Program Studi Sarjana Terapan Pengelolaan Hutan, Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (SV UGM), Reizinta dan Zahra, dinyatakan lolos sebagai peserta program Magang BRIN Semester Ganjil Tahun 2026/2027. Sebagai bagian dari persiapan pelaksanaan magang, telah dilaksanakan kick-off meeting antara mahasiswa dan dosen pembimbing, Prof. Liliana Baskorowati.
Kegiatan magang akan dilaksanakan pada 18 Agustus 2026 hingga 11 Januari 2027. Dalam program ini, Reizinta dan Zahra akan terlibat dalam kegiatan penelitian yang berfokus pada spora jamur penyebab penyakit karat tumor pada sengon (Falcataria falcata).
Situbondo, 27 Juli 2026 — Sembilan mahasiswa Program Studi Sarjana Terapan Pengelolaan Hutan, Departemen Teknologi Hayati dan Veteriner, Sekolah Vokasi, Universitas Gadjah Mada melaksanakan program Magang Mandiri di Balai Taman Nasional Baluran, Situbondo, Jawa Timur pada 13–19 Juli 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari kurikulum program studi yang dirancang untuk memberi mahasiswa pengalaman langsung di instansi pengelola kawasan konservasi.
Taman Nasional Baluran dipilih sebagai lokasi magang karena keunikan ekosistemnya. Kawasan yang dijuluki “Africa van Java” ini memadukan savana, hutan musim, mangrove, dan ekosistem pesisir dalam satu kawasan seluas 29.706,59 hektar yang menjadikannya salah satu kawasan konservasi dengan keanekaragaman ekosistem tertinggi di Pulau Jawa.