Mahasiswa Pengelolaan Hutan SV UGM Ikuti Kick-Off Meeting Magang BRIN, Fokus pada Penelitian Penyakit Karat Tumor Sengon

Dua mahasiswa Program Studi Sarjana Terapan Pengelolaan Hutan, Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (SV UGM), Reizinta dan Zahra, dinyatakan lolos sebagai peserta program Magang BRIN Semester Ganjil Tahun 2026/2027. Sebagai bagian dari persiapan pelaksanaan magang, telah dilaksanakan kick-off meeting antara mahasiswa dan dosen pembimbing, Prof. Liliana Baskorowati.

Kegiatan magang akan dilaksanakan pada 18 Agustus 2026 hingga 11 Januari 2027. Dalam program ini, Reizinta dan Zahra akan terlibat dalam kegiatan penelitian yang berfokus pada spora jamur penyebab penyakit karat tumor pada sengon (Falcataria falcata).

Penelitian tersebut memiliki relevansi penting bagi pengelolaan hutan tanaman, mengingat sengon merupakan salah satu jenis pohon yang banyak dikembangkan dalam kegiatan kehutanan dan agroforestri. Penyakit karat tumor dapat memengaruhi pertumbuhan dan produktivitas tanaman sengon sehingga pemahaman mengenai agen penyebab penyakit, termasuk karakteristik sporanya, menjadi bagian penting dalam upaya mendukung pengelolaan kesehatan hutan.

Tahap persiapan awal dilakukan di Departemen Teknologi Hayati dan Veteriner dengan percobaan menghitung spora sengon. Langkahnya adalah sebagai berikut:

  1. Spora dikikis dari bagian gall rust menggunakan spatula hingga diperoleh spora yang akan digunakan untuk pengujian.
  2. Sebanyak 10 g spora dicampurkan dengan aquades menggunakan perbandingan 1 gram spora : 10 mL aquades. Berdasarkan perbandingan tersebut, 10 gram spora membutuhkan 100 mL aquades.
  3. Sebanyak 3 tetes Tween 20 ditambahkan ke dalam suspensi spora, kemudian campuran diaduk menggunakan magnetic stirrer hingga homogen.
  4. Suspensi spora diambil sebanyak satu tetes, kemudian diteteskan pada ruang hitung hemocytometer.
  5. Hemocytometer yang telah berisi suspensi spora diletakkan di bawah mikroskop untuk dilakukan pengamatan.
  6. Spora yang terdapat pada grid hemocytometer diamati dan dihitung sesuai dengan bidang hitung yang digunakan.

Tindak lanjut dari persiapan awal adalah kick off meeting. Kick off meeting dilaksanakan pada Hari Kamis, 13 Agustus 2026 di Kawasan Achmad Baiquni, BRIN Babarsari, Depok Sleman. Pertemuan ini membahas rencana magang dan rencana penelitian. Mahasiswa mendapat arahan mengenai persiapan penelitian, pengadaan alat dan bahan penelitian, rancangan percobaan acak lengkap, perlakuan, waktu pengamatan sampel, dan tally sheet untuk pengambilan data.

Melalui program magang ini, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk mengembangkan kompetensi penelitian secara langsung di lingkungan lembaga riset. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi sarana untuk mengintegrasikan pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan dengan pengalaman penelitian, khususnya dalam bidang kesehatan hutan, patologi tumbuhan, dan pengelolaan sumber daya hutan berkelanjutan.

Pelaksanaan magang BRIN ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 4: Quality Education melalui penguatan pembelajaran berbasis pengalaman dan peningkatan kompetensi mahasiswa. Selain itu, penelitian mengenai penyakit pada tanaman sengon turut mendukung SDG 15: Life on Land melalui upaya peningkatan pengetahuan dan praktik pengelolaan ekosistem serta sumber daya hutan secara berkelanjutan.

Kolaborasi antara perguruan tinggi, mahasiswa, dan lembaga penelitian seperti BRIN diharapkan dapat memperkuat ekosistem pendidikan dan penelitian kehutanan sekaligus menghasilkan pengetahuan yang dapat berkontribusi terhadap pengelolaan hutan yang sehat, produktif, dan berkelanjutan.

Tag: SDGs 4, SDGS 15.