Tulungagung — Kelompok Tani Hutan (KTH) Argo Makmur Lestari di Tulungagung, Jawa Timur, menunjukkan bahwa penerapan sistem agroforestri mampu memperkuat ketahanan ekonomi sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan. Dalam skema Hutan Kemasyarakatan (HKm), petani mulai beralih dari monokultur jagung ke pola tanam campuran yang menggabungkan tanaman kayu, buah, dan palawija.
Langkah ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya tujuan 1 (Tanpa Kemiskinan), 2 (Tanpa Kelaparan), dan 15 (Ekosistem Daratan). Diversifikasi hasil panen harian, musiman, dan tahunan memberikan pendapatan yang lebih stabil bagi petani. Selain itu, agroforestri terbukti meningkatkan pH tanah, memperbaiki struktur tanah, dan mengurangi risiko erosi. Petani juga merasakan efisiensi tenaga kerja dan pengurangan ketergantungan pada input kimia. “Tanaman tahunan seperti kopi dan cengkeh cukup ditanam sekali, hasilnya bisa dinikmati bertahun-tahun,” ujar salah satu petani. Dukungan bibit dari pemerintah dan LSM turut mempercepat adopsi sistem ini.
Kulon Progo, 30 Juli 2025 — Upaya penguatan ekonomi masyarakat melalui pengelolaan hutan berkelanjutan terus dilakukan. Salah satunya melalui kegiatan diskusi dan wawancara bertema “Multi Usaha Kehutanan untuk Masyarakat Desa Hutan” yang dilaksanakan di kantor RPH Sermo, Daerah Istimewa Yogyakarta dan dilanjutkan dengan kunjungan ke beberapa Kelompok Tani Hutan Kemasyarakatan (KTHKm) setempat. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan penelitian oleh dosen Program Studi Pengelolaan Hutan, Departemen Teknologi Hayati dan Veteriner dari Sekolah Vokasi Universitas Gajah Mada dengan judul “Model Multi Usaha Kehutanan dalam Pengelolaan Hutan Berbasis Masyarakat di Kabupaten Kulon Progo”.
Kegiatan penelitian yang dilakukan oleh dosen dan mahasiswa Program Studi Sarjana Terapan Pengelolaan Hutan, Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (UGM) menunjukkan hasil menarik mengenai potensi kayu pulai (Alstonia scholaris) sebagai bahan baku glulam (glued laminated timber). Penelitian ini merupakan bagian dari upaya pengembangan pemanfaatan kayu cepat tumbuh melalui pendekatan inovatif dan berkelanjutan.
Bogor, 21 September 2025 — Forum Komunikasi Mahasiswa Pengelolaan Hutan (FORKOMMADIKA) Program Studi Sarjana Terapan Pengelolaan Hutan Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada melaksanakan studi banding ke Forest Management Students’ Club (FMSC) IPB University. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ruang temu dua organisasi mahasiswa kehutanan tertua di Indonesia, tetapi juga menjadi langkah nyata dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya pada aspek pendidikan, kemitraan, dan penguatan kapasitas sumber daya manusia kehutanan.
Sebagai bentuk implementasi kegiatan penelitian terapan, dosen dan mahasiswa Program Studi Sarjana Terapan Pengelolaan Hutan, Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (UGM) melaksanakan penelitian mengenai sifat fisika dan mekanika kayu pulai (Alstonia scholaris). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi kayu pulai sebagai bahan baku alternatif yang bernilai ekonomi serta mendukung optimalisasi pemanfaatan jenis kayu cepat tumbuh di Indonesia.
Pengelolaan hutan kemasyarakatan (HKm) memiliki peran krusial dalam menyejahterakan masyarakat sekitar hutan. Melalui skema perhutanan sosial, masyarakat diberikan kesempatan untuk mengelola hutan secara mandiri, sehingga dapat meningkatkan pendapatan dan memperbaiki kualitas hidup. Namun, pengelolaan hutan tidak hanya berfokus pada aspek ekonomi, melainkan juga pada aspek lingkungan. Salah satu aspek penting yang perlu diperhatikan adalah potensi hutan dalam menyerap karbon, yang berperan penting dalam mitigasi perubahan iklim.
Kepuharjo, Sleman – Desa Wisata Batur Berdikari, atau Dewi Batari, yang terletak di Dusun Batur, Kepuharjo, Cangkringan, Sleman, kini menjadi contoh sukses kolaborasi antara Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada dan masyarakat lokal dalam mengembangkan desa wisata yang mandiri dan berkelanjutan berbasis kosnervasi keaneakragaman hayati dan budaya lokal.
Pada 10 November 2024 – Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (UGM) bekerja sama dengan Alfamart melaksanakan program pengabdian masyarakat Kampung Alfamart Sahabat Bumi 2024. Program ini bertujuan mendukung kampung wisata “Go Green” Pring Ledok Tinjon dengan menghidupkan kembali keaslian lingkungan melalui berbagai kegiatan pelestarian alam. Salah satu kegiatan yang diinisiasi oleh Bapak Agus Ngadianto (Dosen Program Studi Pengelolaan Hutan, Sekolah Vokasi UGM) adalah pelatihan budidaya maggot sebagai solusi pengelolaan sampah organik.