Program Studi Sarjana Terapan Pengelolaan Hutan menyelenggarakan sosialisasi dan diskusi terkait kurikulum K26 bersama stakeholder pada Jumat, 23 Januari 2026 yang dilaksanakan secara daring melalui platform Zoom. Kegiatan ini bertujuan menjaring ide, saran, dan masukan dari mitra industri sebagai bahan penyusunan kurikulum yang adaptif dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja. Partisipasi aktif dari berbagai pihak menjadi kunci keberhasilan penyusunan kurikulum yang komprehensif dan aplikatif.
SDGs poin ke-4
Yogyakarta, 31 Oktober 2025 — Program Studi Sarjana Terapan Pengelolaan Hutan, Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (UGM), kembali menorehkan capaian membanggakan dengan bertambahnya dosen-dosen yang resmi memperoleh Sertifikat Asesor Kompetensi dari Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP). Lembaga Sertifikasi Profesi yang merupakan badan yang diberi kewenangan oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
Sertifikat Asesor diserahkan secara simbolis oleh Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Pengajaran UGM pada Jumat, 3 Oktober 2025 di Ballroom Gedung TILC Sekolah Vokasi UGM. Dalam kegiatan penyerahan sertifikat yang dilaksanakan oleh LSP UGM, sebanyak empat dosen dari Prodi Sarjana Terapan Pengelolaan Hutan dinyatakan lulus uji kompetensi dan dinyatakan memenuhi seluruh kualifikasi untuk menjadi asesor bersertifikat, diantaranya adalah:
Kulon Progo, 24–26 Oktober 2025 — Upaya membangun sinergi antara dunia akademik dan masyarakat sekitar hutan terus digalakkan. Kegiatan bertema “Sinergi Akademisi dengan Masyarakat Sekitar Hutan” telah sukses dilaksanakan di Kelompok Tani Hutan (KTH) Sukomakmur dan KTH Rukun Makaryo, Desa Sendangsari, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, 24–26 Oktober 2025, ini diikuti oleh dosen, mahasiswa, serta Masyarakat Desa Sendangsari, Kulon Progo. Berbagai aktivitas telah direncanakan sebelumnya, seperti musyawarah bersama masyarakat, dilanjutkan dengan pengukuran diameter dan pendugaan tinggi pohon, serta mengidentifikasi jenis pohon dan potensi hutan oleh mahasiswa secara langsung di lapangan.
Direstry Competition merupakan agenda tahunan yang diselenggarakan oleh Forum Komunikasi Mahasiswa Diploma IV Kehutanan (FORKOMMADIKA) bekerja sama dengan Program Studi Pengelolaan Hutan, Departemen Teknologi Hayati dan Veteriner, Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada. Kegiatan ini dirancang sebagai ajang kompetisi olahraga yang bertujuan untuk mempererat silaturahmi antar civitas akademika Pengelolaan Hutan, meliputi mahasiswa aktif lintas angkatan, dosen, tenaga kependidikan (tendik), dan alumni. Pada tahun 2025, Direstry Competition mengusung tema “Together We Rise, Together We Thrive”, yang mencerminkan semangat kebersamaan, sportivitas, serta berkembang bersama sebagai satu keluarga besar Pengelolaan Hutan. Melalui kegiatan ini, diharapkan tercipta ruang interaksi positif yang mendorong kekompakan, kesehatan fisik, serta peningkatan prestasi non-akademik mahasiswa.
Bogor, 21 September 2025 — Forum Komunikasi Mahasiswa Pengelolaan Hutan (FORKOMMADIKA) Program Studi Sarjana Terapan Pengelolaan Hutan Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada melaksanakan studi banding ke Forest Management Students’ Club (FMSC) IPB University. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ruang temu dua organisasi mahasiswa kehutanan tertua di Indonesia, tetapi juga menjadi langkah nyata dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya pada aspek pendidikan, kemitraan, dan penguatan kapasitas sumber daya manusia kehutanan.
Pengelolaan hutan kemasyarakatan (HKm) memiliki peran krusial dalam menyejahterakan masyarakat sekitar hutan. Melalui skema perhutanan sosial, masyarakat diberikan kesempatan untuk mengelola hutan secara mandiri, sehingga dapat meningkatkan pendapatan dan memperbaiki kualitas hidup. Namun, pengelolaan hutan tidak hanya berfokus pada aspek ekonomi, melainkan juga pada aspek lingkungan. Salah satu aspek penting yang perlu diperhatikan adalah potensi hutan dalam menyerap karbon, yang berperan penting dalam mitigasi perubahan iklim.
Dalam rangka mendukung pengelolaan hutan berkelanjutan dan pemberdayaan masyarakat, tim dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa Program Studi Sarjana Terapan Pengelolaan Hutan melaksanakan penelitian untuk mengidentifikasi potensi usaha jasa lingkungan berbasis hutan pada skema Perhutanan Sosial yang didasarkan pada persepsi masyarakat. Penelitian ini dilakukan di tiga Kelompok Tani Hutan Kemasyarakatan (KTHKm) yang mengelola kawasan hutan lindung di Kabupaten Kulon Progo, yakni KTHKm Mandiri, KTHKm Sukomakmur, dan KTHKm Menggerejo di Desa Hargowilis, Kapanewon Kokap.

Departemen Teknologi Hayati dan Veteriner – Yogyakarta, Denni Susanto, S.Hut., M.Sc., Ph.D., Dosen Program Studi Sarjana Terapan Pengelolaan Hutan, Departemen Teknologi Hayati dan Veteriner (DTHV), Sekolah Vokasi, Universitas Gadjah Mada telah berhasil meraih gelar doktor dengan mempertahankan disertasi berjudul : Roles of traditional ecological knowledge on edelweiss conservation in Bromo Tengger Semeru National Park, Indonesia.
Gelar Ph.D tersebut berhasil ditempuh selama 6 semester (3 tahun) sejak Oktober 2021 hingga September 2024 pada bidang ilmu Protected Area Management dari Department Tourism Science, Tokyo Metropolitan University, Jepang. Dalam penelitiannya, Denni berhasil menunjukkan bahwa traditional ecological knowledge (TEK) masyarakat desa penyangga/ desa yang berbatasan langsung dengan taman nasional berperan penting dalam mendukung upaya konservasi Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Jawa Timur. Pengetahuan lokal yang dimiliki Masyarakat Tengger saat ini masih terjaga dengan baik. Kedekatan Masyarakat Tengger dengan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) secara historis dan budaya membuat masyarakat memiliki pengetahuan ekologi yang tinggi terkait taman nasional maupun edelweiss.
Lokasi: Yogyakarta
Waktu: 19 Oktober 2024
Pada tanggal 19 Oktober 2024, dua alumni dari program Pengelolaan Hutan Universitas Gadjah Mada (UGM) diakui atas presentasi luar biasa mereka di dua seminar nasional yang diadakan di Yogyakarta. Acara ini menyoroti pentingnya diseminasi penelitian yang dilakukan selama studi mereka, menunjukkan potensi dampak temuan mereka terhadap praktik kehutanan berkelanjutan dan kesejahteraan masyarakat.
Heni Erawati, salah satu penerima penghargaan, meraih Best Presenter di kategori Agro 2 pada Seminar Nasional Teknologi Terapan 2024 yang diselenggarakan oleh Sekolah Vokasi UGM. Penelitiannya berfokus pada “Strategi Implementasi Sertifikasi Forest Stewardship Council Chain of Custody (FSC-COC) di Koperasi Wana Manunggal Lestari Gunungkidul.” Temuan Heni mengungkapkan bahwa implementasi sertifikasi FSC-COC dipengaruhi oleh faktor pendorong dan penghambat.
Faktor pendorong yang diidentifikasi dalam penelitian Heni meliputi lokasi strategis koperasi, sarana dan prasarana yang mendukung, kapasitas produksi yang tinggi, ketersediaan bahan baku bersertifikasi FSC, pangsa pasar yang luas, dan harga produk yang tinggi. Sebaliknya, faktor penghambat terdiri dari rendahnya sumber daya manusia, mutu bahan baku yang buruk, sortasi kayu yang belum optimal, biaya pemeliharaan mesin yang tinggi, dan kurangnya pemanfaatan teknologi. Temuan ini berkorelasi dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) terkait ekosistem daratan, menekankan pentingnya keberlanjutan hutan.
Sementara itu, dua hari sebelumnya, yaitu 17 Oktober 2024, Dinda Septia Cahyani mempresentasikan penelitiannya di Seminar Nasional Research Update 2024 Fakultas Kehutanan UGM. Pada kesempatan ini Dinda juga memperoleh penghargaan best presenter. Judul yang diangkat adalah “Strategi Pengembangan Usaha Perhutanan Sosial pada Kelompok Tani Hutan Wana Mertha Kesatuan Pengelolaan Hutan Bali Barat.” Penelitian Dinda mengusulkan strategi yang mencakup pembuatan paket wisata yang berkolaborasi dengan tiga KUPS (Kelompok Usaha Perhutanan Sosial) lain dan bermitra dengan agen wisata untuk memaksimalkan promosi ke pasar yang lebih luas.
Karya Dinda selaras dengan SDGs yang berfokus pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, menyoroti potensi perhutanan sosial untuk meningkatkan ekonomi lokal dan menyediakan mata pencaharian yang berkelanjutan. Pendekatan inovatifnya bertujuan untuk memberdayakan masyarakat lokal sambil memastikan konservasi sumber daya hutan.
Baik Heni maupun Dinda dibimbing oleh Bapak Wiyono, S.Hut., M.Si., dosen program Pengelolaan Hutan di UGM. Bapak Wiyono mengungkapkan apresiasinya terhadap kerja keras dan dedikasi mereka. Ia menggambarkan Heni sebagai “mahasiswa bimbingan yang cerdas dan responsif,” mengakui kemampuannya untuk memahami konsep-konsep kompleks dan menerapkannya secara efektif dalam penelitiannya.
Mengenai Dinda, Bapak Wiyono memuji dia sebagai “mahasiswa yang tekun dan pekerja keras,” mengakui komitmennya terhadap studi dan tekadnya untuk memberikan kontribusi positif kepada masyarakat melalui penelitiannya. Bimbingannya telah memainkan peran penting dalam membimbing kedua mahasiswa ini untuk mencapai tujuan akademis dan profesional mereka.
Pengakuan terhadap Heni dan Dinda di seminar nasional ini tidak hanya mencerminkan pencapaian individu mereka tetapi juga menekankan pentingnya penelitian di bidang pengelolaan hutan. Karya mereka berkontribusi pada diskursus yang lebih luas tentang pembangunan berkelanjutan, terutama dalam konteks sumber daya ekonomi dan deforestasi.
Seiring dunia menghadapi tantangan yang semakin meningkat terkait keberlanjutan lingkungan, kontribusi peneliti muda seperti Heni dan Dinda sangat penting. Strategi dan temuan inovatif mereka dapat menjadi dasar bagi inisiatif masa depan yang bertujuan untuk mempromosikan praktik kehutanan berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Taman Nasional Alas Purwo, 11 Oktober 2024 – Masih dalam rangkaian Kuliah Lapangan, mahasiswa pengelolaan hutan 2023 mengamati dan mempelajari karakteristik dari ekosistem hutan pantai dan ekoton di Taman Nasional Alas Purwo. Salah satu rangkaian kuliah lapangan difokuskan pada pembelajaran mengenai ekoton. Ekoton sendiri merupakan peralihan hutan pantai menuju hutan mangrove hingga ke daratan. Ekoton ditandai dengan keberadaaan Nipah, yang mampu beradaptasi dengan fluktuasi pasang surut, menunjukkan adaptasi unik di zona transisi ini. Jenis tanah pada ekoton merupakan tanah aluvial yang terbentuk dari endapan sedimen. Beberapa spesies yang ditemui di area ini yaitu Nipah (Nypa fruticans), Bintaro (Cerbera manghas), dan Waru laut (Thespesia populnea).