Siapkan Tenaga Profesional Kehutanan, Prodi STr.PH UGM Sukses Gelar Sertifikasi Kompetensi Bersama LSP RLI  

YOGYAKARTA — Program Studi Sarjana Terapan Pengelolaan Hutan, Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada, kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak tenaga profesional kehutanan yang unggul. Sebanyak 71 mahasiswa Angkatan 2022 mengikuti Kegiatan Sertifikasi Kompetensi Bidang Keahlian Kehutanan yang diselenggarakan pada 9–10 April 2026 di Departemen Teknologi Hayati dan Veteriner, Sekolah Vokasi UGM.

Kegiatan ini diselenggarakan atas kerja sama Prodi STr.PH UGM dengan Lembaga Sertifikasi Profesi Rimbawan dan Lingkungan Indonesia (LSP RLI), sebuah lembaga sertifikasi profesi yang diakui secara nasional di bidang kehutanan dan lingkungan hidup. Enam skema kompetensi diujikan dalam kegiatan ini, mencakup Ganis Perencanaan Hutan, Pembinaan Hutan, Pengukuran dan Perpetaan, Pengukuran Kayu Bulat, Pengukuran Kayu Gergajian, serta Pelaksana Program Pemberdayaan Masyarakat (P3M). Keenam skema tersebut dipilih secara cermat untuk mencerminkan spektrum kompetensi yang dibutuhkan oleh tenaga kehutanan profesional di lapangan, mulai dari aspek teknis perencanaan dan pengukuran hingga dimensi sosial pemberdayaan masyarakat.

Siapkan Lulusan Hadapi Tantangan Global

Acara dibuka oleh Ketua Program Studi, Ir. Eko Prasetyo, Ph.D., yang menekankan pentingnya kompetensi profesional sebagai bekal mahasiswa dalam menghadapi dunia kerja yang semakin kompetitif. Menurutnya, sertifikasi kompetensi bukan sekadar kelengkapan administratif, melainkan cerminan kesiapan nyata seorang lulusan untuk terjun dan berkontribusi di industri kehutanan nasional. Harapan besar, dengan tenaga professional yang kompeten, hutan Indonesia lestari secara ekonomi maupun ekologi

Kepala Pusat Diklat SDM Kementerian Kehutanan, Dr. Tuti Herawati, S.Hut., M.Si., turut hadir dan memberikan perspektif yang lebih luas. Ia menyampaikan pesan tentang pentingnya memadukan kemampuan akademik dengan kompetensi praktis, khususnya dalam menghadapi Key Aspects of the Triple Planetary Crisis—krisis iklim, hilangnya keanekaragaman hayati, dan polusi—yang kini menjadi tantangan nyata dan mendesak bagi sektor kehutanan global. Dalam konteks ini, tenaga kehutanan yang hanya menguasai teori tanpa kompetensi lapangan yang terstandar dinilai tidak akan cukup untuk menjawab kompleksitas persoalan yang ada.

Wakil Dekan Bidang Kerja Sama dan Alumni Sekolah Vokasi UGM, Dr. Endang Soelistiyowati, S.Pd., M.Pd., turut menyampaikan apresiasi atas langkah strategis yang secara konsisten dijalankan oleh Prodi STr.PH. Ia menilai bahwa sertifikasi kompetensi merupakan wujud nyata dari keseriusan prodi dalam menyiapkan sumber daya manusia kehutanan yang tangguh, terstandar, dan siap pakai—sebuah langkah yang menurutnya patut menjadi rujukan bagi program studi vokasi lainnya di lingkungan Sekolah Vokasi UGM.

Sesi pembukaan ditutup oleh Ketua LSP RLI, Ir. Wachjono, M.Si., yang menyampaikan pesan kepada para mahasiswa untuk selalu memberikan kemampuan terbaik di setiap kesempatan. Ia juga menegaskan bahwa sertifikat kompetensi yang akan diraih bukan sekadar dokumen, melainkan pengakuan resmi atas kemampuan yang harus terus dijaga dan dikembangkan sepanjang karier.

 

Diuji 8 Asesor Berpengalaman

Guna menjamin objektivitas, kredibilitas, dan standar penilaian yang tinggi, LSP RLI menurunkan delapan asesor berpengalaman yang masing-masing memiliki rekam jejak kuat di bidangnya, yakni Imam Mudofir, S.Hut.; Dr. Nurtjahja Wilasa; Ir. Sutardjo, M.M.; Prof. Dr. Efi Yuliati Yovi, S.Hut., M.Life.Env.Sc.; Dr. Ir. Dwi Hastuti, M.Si.; Prof. Dr. Liliana Baskorowati, S.Hut., M.P.; Slamet Riyanto, S.Hut., M.Si.; dan Yayan Hadiyan, S.Hut., M.Sc. Komposisi asesor yang berasal dari latar belakang akademik dan praktisi ini memastikan bahwa proses penilaian dilakukan secara komprehensif, tidak hanya mengukur penguasaan teori, tetapi juga kecakapan praktis yang relevan dengan kebutuhan industri.

Proses ujian berlangsung lancar selama dua hari penuh. Para mahasiswa Prodi STr.PH mampu menunjukkan penguasaan kompetensi yang solid di setiap skema yang diujikan. Sikap tenang, percaya diri, dan kemampuan teknis yang mumpuni yang ditampilkan para peserta mencerminkan kematangan proses pembelajaran yang telah mereka jalani selama masa studi. Hasilnya, seluruh 71 peserta direkomendasikan kompeten oleh para asesor dan menjadi sebuah capaian yang patut dibanggakan.

Salah satu asesor, Prof. Dr. Efi Yuliati Yovi, S.Hut., M.Life.Env.Sc., menutup rangkaian kegiatan dengan pesan yang menginspirasi. Ia mendorong para mahasiswa untuk tidak berhenti pada sertifikat yang telah diraih, melainkan terus mengasah dan mengembangkan kompetensi mereka ke depan. Sertifikasi, tegasnya, adalah titik awal, bukan titik akhir dari perjalanan seorang profesional kehutanan.

Investasi SDM untuk Kehutanan Nasional yang Lebih Baik

Sertifikasi kompetensi ini merupakan bagian dari langkah strategis jangka panjang Prodi STr.PH UGM untuk memastikan bahwa setiap lulusan tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki kompetensi profesional yang diakui secara nasional. Dengan bekal sertifikat kompetensi di tangan, para lulusan Prodi STr.PH diharapkan mampu bersaing di pasar kerja kehutanan yang semakin ketat, sekaligus berkontribusi langsung pada upaya pengelolaan hutan Indonesia yang berkelanjutan dan bertanggung jawab.

Lebih dari itu, kegiatan ini mencerminkan visi Prodi STr.PH UGM sebagai institusi pendidikan vokasi yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik semata, tetapi juga pada dampak nyata yang dihasilkan oleh lulusannya bagi masyarakat dan lingkungan. Kolaborasi yang terjalin antara Prodi STr.PH dengan LSP RLI pun diharapkan terus berlanjut dan semakin diperkuat di tahun-tahun mendatang.

Kegiatan ini sejalan dengan tiga poin Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs): SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penguatan sistem pendidikan vokasi berbasis kompetensi terstandar yang berorientasi pada kesiapan kerja; SDG 15 (Ekosistem Daratan) melalui penyiapan tenaga profesional kehutanan yang mampu mengelola, merehabilitasi, dan melestarikan ekosistem hutan secara ilmiah dan bertanggung jawab; serta SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui penciptaan lulusan berdaya saing tinggi dengan kualifikasi yang diakui oleh industri kehutanan nasional.

Prodi STr.PH, Sekolah Vokasi UGM, terus berkomitmen menghasilkan rimbawan muda yang profesional, adaptif, dan siap menjawab tantangan kehutanan masa depan.