
Kegiatan penelitian yang dilakukan oleh dosen dan mahasiswa Program Studi Sarjana Terapan Pengelolaan Hutan, Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (UGM) menunjukkan hasil menarik mengenai potensi kayu pulai (Alstonia scholaris) sebagai bahan baku glulam (glued laminated timber). Penelitian ini merupakan bagian dari upaya pengembangan pemanfaatan kayu cepat tumbuh melalui pendekatan inovatif dan berkelanjutan.
Hasil pengujian laboratorium mengungkap bahwa kayu pulai memiliki karakteristik fisika dan mekanika yang mendukung penerapan sebagai bahan glulam, antara lain kepadatan ringan, stabilitas dimensi yang baik, serta kemampuan rekat yang memadai. Sifat-sifat tersebut menjadikan kayu pulai berpotensi dikembangkan untuk produk konstruksi ringan dan panel struktural, sehingga dapat menjadi alternatif bahan baku industri berbasis kayu yang ramah lingkungan.
Penelitian ini melibatkan mahasiswa secara aktif dalam berbagai tahapan kegiatan, mulai dari pengambilan sampel, persiapan bahan, hingga pengujian sifat kayu dan analisis hasil. Melalui kolaborasi ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman langsung di lapangan dan laboratorium, tetapi juga memperkuat kompetensi riset terapan di bidang teknologi hasil hutan dan rekayasa produk kayu.
Lebih dari sekadar kegiatan akademik, penelitian ini menjadi bagian dari komitmen Program Studi Sarjana Terapan Pengelolaan Hutan dalam mendukung Rencana Induk Kampus (RIK) dan flagship penelitian Universitas Gadjah Mada di bidang sumber daya hayati dan lingkungan. Selain itu, hasil penelitian ini berkontribusi pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) No. 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) serta No. 15 (Ekosistem Daratan) melalui pengembangan inovasi bahan kayu dan pengelolaan hutan yang berkelanjutan.