Bogor, 21 September 2025 — Forum Komunikasi Mahasiswa Pengelolaan Hutan (FORKOMMADIKA) Program Studi Sarjana Terapan Pengelolaan Hutan Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada melaksanakan studi banding ke Forest Management Students’ Club (FMSC) IPB University. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ruang temu dua organisasi mahasiswa kehutanan tertua di Indonesia, tetapi juga menjadi langkah nyata dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya pada aspek pendidikan, kemitraan, dan penguatan kapasitas sumber daya manusia kehutanan.
Mengusung tema “Membangun Jaringan, Mengokohkan Kapasitas: Peran Rimbawan Muda”, kegiatan ini bertujuan mempererat solidaritas mahasiswa kehutanan sekaligus memperkuat kesiapan generasi muda dalam menghadapi tantangan pengelolaan hutan pada masa mendatang. Sambutan hangat pengurus FMSC IPB di Kampus Dramaga membuka rangkaian acara yang dimulai dengan pengenalan profil organisasi, sejarah, serta perkembangan gerakan mahasiswa di kedua kampus.
Ketua FORKOMMADIKA, Favian Bagus Abhyasa, menegaskan bahwa studi banding ini merupakan salah satu momentum strategis untuk menyamakan visi perjuangan rimbawan muda.
“Tema membangun jaringan bukan hanya slogan. Kami ingin memastikan UGM dan IPB saling terhubung secara kuat. Kami belajar bagaimana FMSC mengelola isu strategis di Bogor, dan kami turut membagikan perspektif Pengelolaan Hutan dari Sekolah Vokasi UGM,” ujar Favian.

“Tema ‘Membangun Jaringan’ bukan hanya slogan. Kami ingin memastikan bahwa antara UGM dan IPB terjalin konektivitas yang kuat. Kami belajar bagaimana FMSC mengelola isu-isu strategis di Bogor, dan sebaliknya kami membagikan perspektif Pengelolaan Hutan dari sudut pandang Sekolah Vokasi UGM,” ujar Favian.
Sejalan dengan tema yang diusung, terdapat tiga fokus utama yang menjadi bahasan dalam pertemuan ini, diantaranya adalah:
- Penguatan Jejaring (Networking): Membangun koneksi yang solid antara rimbawan muda UGM dan IPB sebagai modal sinergi di masa depan.
- Peningkatan Kapasitas Organisasi: Bertukar strategi manajemen lembaga mahasiswa yang efektif, adaptif, dan berdampak nyata bagi lingkungan.
- Peran Rimbawan Muda: Diskusi mengenai kontribusi nyata yang dapat dilakukan mahasiswa dalam isu-isu pengelolaan hutan lestari dan lingkungan hidup.
Selain diskusi formal, kegiatan juga diisi dengan tur kampus (campus tour) mengelilingi fasilitas laboratorium dan arboretum di lingkungan IPB. Momen ini dimanfaatkan untuk bertukar cerita mengenai kultur akademik dan kehidupan kampus masing-masing.
Pertemuan ditutup dengan pertukaran cinderamata sebagai simbol persahabatan, dilanjutkan dengan sesi foto bersama yang merekam semangat kebersamaan para calon pemimpin sektor kehutanan masa depan.
Kehadiran sinergi antara FORKOMMADIKA UGM dan FMSC IPB ini diharapkan dapat menjadi katalisator bagi gerakan mahasiswa kehutanan di Indonesia. Dengan jaringan yang terbangun kokoh dan kapasitas yang terus ditingkatkan, para rimbawan muda ini optimis dapat memberikan kontribusi nyata dalam menjaga kelestarian hutan Indonesia.
Pertemuan ini menjadi langkah penting dalam memperkuat kapasitas sumber daya manusia di lingkungan organisasi mahasiswa. Keberadaan jaringan yang kuat antar universitas diharapkan dapat mendukung pengembangan profesionalisme mahasiswa Prodi Pengelolaan Hutan UGM maupun Manajemen Hutan IPB.
Dengan terlaksananya kegiatan ini, diharapkan para rimbawan muda tidak hanya unggul dalam kemampuan teknis akademis, tetapi juga memiliki soft skill kepemimpinan dan jaringan luas yang siap bersaing di tingkat nasional.
Semoga semangat kolaborasi ini terus terjaga dan menjadi inspirasi bagi seluruh sivitas akademika untuk terus bergerak bersama menjaga kelestarian hutan Indonesia. Salam Rimbawan!
Kontribusi terhadap SDGs
Kegiatan studi banding ini berkontribusi pada beberapa tujuan SDGs, antara lain:
SDG 4 – Quality Education (Pendidikan Berkualitas)
Pertemuan ini mendorong pengembangan kompetensi mahasiswa melalui pertukaran keilmuan, pengalaman organisasi, dan peningkatan soft skills seperti kepemimpinan, komunikasi, dan kerja sama.
SDG 17 – Partnerships for the Goals (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan)
Terbangunnya hubungan kuat antara FORKOMMADIKA UGM dan FMSC IPB mendukung kolaborasi nasional rimbawan muda dalam sektor kehutanan dan lingkungan hidup.
SDG 13 – Climate Action (Penanganan Perubahan Iklim)
Diskusi tentang pengelolaan hutan, peran rimbawan dalam mitigasi perubahan iklim, serta pentingnya pengembangan kapasitas generasi muda turut memperkuat kontribusi terhadap aksi iklim.
SDG 15 – Life on Land (Menjaga Ekosistem Darat)
Kegiatan ini memperkuat pemahaman mahasiswa terhadap konservasi, manajemen hutan lestari, dan peran rimbawan muda dalam menjaga ekosistem darat.
Menjadi Motor Kolaborasi Rimbawan Muda Indonesia
Dengan terwujudnya kegiatan ini, FORKOMMADIKA UGM dan FMSC IPB semakin mantap menjadi garda terdepan penggerak mahasiswa kehutanan Indonesia. Jaringan yang terbangun dan kapasitas yang meningkat diharapkan mampu melahirkan rimbawan muda yang tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga adaptif, visioner, dan siap bersaing di tingkat nasional maupun global.
Semangat kolaboratif ini menjadi inspirasi bagi seluruh civitas akademika kehutanan untuk terus bergerak bersama menjaga kelestarian hutan Indonesia.
Salam Rimbawan!