
YOGYAKARTA— Sebuah pencapaian membanggakan ditorehkan oleh civitas akademika Universitas Gadjah Mada di awal tahun 2026. Dr. Ir. Wiyono, S.Hut., M.Si., IPU., dosen Program Studi Pengelolaan Hutan Sekolah Vokasi UGM, tampil sebagai pembicara undangan dalam The 21st ARC-BRES Bioresource and Environmental Sciences Seminar yang digelar oleh Asian Research Center for Bioresource and Environmental Sciences (ARC-BRES), Graduate School of Agricultural and Life Sciences, Universitas Tokyo, Jepang, pada Rabu, 18 Februari 2026.
Tulungagung — Program Perhutanan Sosial melalui skema Hutan Kemasyarakatan (HKm) di KTH Argo Makmur Lestari menjadi bukti bahwa pengelolaan hutan berbasis masyarakat mampu mendukung pencapaian SDGs, khususnya tujuan 10 (Mengurangi Ketimpangan), 12 (Konsumsi dan Produksi Berkelanjutan), dan 13 (Penanganan Perubahan Iklim). Dengan izin kelola selama 35 tahun, petani memiliki kepastian hukum untuk mengelola lahan secara mandiri. Hal ini mendorong munculnya “tanaman pensiun” seperti durian dan cengkeh, yang tidak hanya menjamin pendapatan jangka panjang tetapi juga menarik generasi muda untuk terlibat dalam pertanian berkelanjutan.
Kulon Progo, 30 Juli 2025 — Upaya penguatan ekonomi masyarakat melalui pengelolaan hutan berkelanjutan terus dilakukan. Salah satunya melalui kegiatan diskusi dan wawancara bertema “Multi Usaha Kehutanan untuk Masyarakat Desa Hutan” yang dilaksanakan di kantor RPH Sermo, Daerah Istimewa Yogyakarta dan dilanjutkan dengan kunjungan ke beberapa Kelompok Tani Hutan Kemasyarakatan (KTHKm) setempat. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan penelitian oleh dosen Program Studi Pengelolaan Hutan, Departemen Teknologi Hayati dan Veteriner dari Sekolah Vokasi Universitas Gajah Mada dengan judul “Model Multi Usaha Kehutanan dalam Pengelolaan Hutan Berbasis Masyarakat di Kabupaten Kulon Progo”.
Bogor, 21 September 2025 — Forum Komunikasi Mahasiswa Pengelolaan Hutan (FORKOMMADIKA) Program Studi Sarjana Terapan Pengelolaan Hutan Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada melaksanakan studi banding ke Forest Management Students’ Club (FMSC) IPB University. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ruang temu dua organisasi mahasiswa kehutanan tertua di Indonesia, tetapi juga menjadi langkah nyata dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya pada aspek pendidikan, kemitraan, dan penguatan kapasitas sumber daya manusia kehutanan.
Pengelolaan hutan kemasyarakatan (HKm) memiliki peran krusial dalam menyejahterakan masyarakat sekitar hutan. Melalui skema perhutanan sosial, masyarakat diberikan kesempatan untuk mengelola hutan secara mandiri, sehingga dapat meningkatkan pendapatan dan memperbaiki kualitas hidup. Namun, pengelolaan hutan tidak hanya berfokus pada aspek ekonomi, melainkan juga pada aspek lingkungan. Salah satu aspek penting yang perlu diperhatikan adalah potensi hutan dalam menyerap karbon, yang berperan penting dalam mitigasi perubahan iklim.
Taman Nasional Alas Purwo, 11 Oktober 2024 – Masih dalam rangkaian Kuliah Lapangan, mahasiswa pengelolaan hutan 2023 mengamati dan mempelajari karakteristik dari ekosistem hutan pantai dan ekoton di Taman Nasional Alas Purwo. Salah satu rangkaian kuliah lapangan difokuskan pada pembelajaran mengenai ekoton. Ekoton sendiri merupakan peralihan hutan pantai menuju hutan mangrove hingga ke daratan. Ekoton ditandai dengan keberadaaan Nipah, yang mampu beradaptasi dengan fluktuasi pasang surut, menunjukkan adaptasi unik di zona transisi ini. Jenis tanah pada ekoton merupakan tanah aluvial yang terbentuk dari endapan sedimen. Beberapa spesies yang ditemui di area ini yaitu Nipah (Nypa fruticans), Bintaro (Cerbera manghas), dan Waru laut (Thespesia populnea).